Memory in JANTI

September 18th, 2008 by ichdaezuka

Hari itu hari ke 17 bln Romadhon 1429 H atau tgl 17 September 2008 (pas bgt ma ultah my pren “Kyuu”), aku ma tmen2 D3 TKJ ICT Center Kabupaten Klaten (lengkap bgt nich, hehe…) mo BuBar alias Buka Bareng di Janti. Salah satu objek wisata kuliner khususnya yg ga’ asing lg bwt orng Klaten. Sapa sich yg lum pernah denger Janti??? Ya ga’!!! (promosi nich ye, hehe…)

Jam dinding kamarku menunjukkan pukul 14.45 WIB pastinya, :D

Tak brp lama adzan ashar berkumandang. Aku cepet2 mandi, wudhu truz sholat ashar. Selesai sholat ashar Q siap2. Tak lupa mukena Q masukkan ke dlm tas bwt persiapan ntar sholat mahrib d sana. Setelah ngecek mulai dr SIM, STNK, KTP, duit ( pastinya, J ) dh kumplit semua, aQ pamit ma Bulek ( waktu itu om lg nganterin les ) klo Q mo bk brsama ma tmen2 d JANTI. Ijin dh Q dpt, Q lgsung go to ICT t4 dmn Q ma tmen2 jnjian kumpul. Ampe sana ternyata baru dotcom, wawan, fais, yayuk ma adhi yg nunggu d dpan SMP 4.

Yay : ko’ dewe ?

Aq : iyo

Yay : lha ulan endi ?

Aq : ulan mengko nyusul lg eneng acara

Yay : Goncengan wae yo!! MotorQ tak tinggale kene

Aq : yo ra po2

Setelah bertransaksi ( halah !! ) akhirnya sepakat aku ma Yay boncengan. Q pikir Q org trakhir yg dtg k ICT, ternyata msh nunggu cupy, endri, ma yogi coz mereke katanya jg mo bareng.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Krn yg d tunggu lum dtg2 jg ( fais ampe gelisah, hehe… ) akhirnya dotcom merelakan pulza terakhirnya yg tinggal 1000 perak bwt nelpun cupy.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Kt Dotcom, Cupy lg di jalan. OK sepakat qt nunggu lg toh Yogi ma Endri jg lum dtg. 5 menit, 10 menit, 15 menit, …. Waktu terus berjalan dan hari semakin sore. Yang d tunggu2 “Akhirnya Datang Juga”. Kompak bgt mreka b3 isa dtg barengan. Cupy dtg duluan d susul Yogi ma Endri. Pdhal rmh mreka satu dr Deles yg dua dr Gantiwarno ma Prambanan.

Cupy bw motor sendiri dan kebetulan Fais lum ad barengane so motor Cupy jg d tinggal d ICT, mreka sepakat boncengan ( biar hemat gitu, hehe… ). Ga’ nunggu lama akhirnya qt berangkat.

± 30 menit perjalanan ( coz pke acara salah jalur segala, hikz!! Gpp ko’ ) qt smpe jg d t4 tujuan. JANTI I’m comiiiiiiiiing….

Ocma, Najib, ma Indri dh standby d sana coz mreka dpt tugas cari lokasi. Mreka milih t4 d Pancingan 1 Umbul Nilo. Stelah urusan administrasi slese truz qt masuk. Dr dpan lokasinya tampak spt rumah penduduk biasa. Setelah masuk ke dalam, melewati kolam renang yg airnya bersih (kayaknya sich), masuk lorong dan menuruni beberapa anak tangga akhirnya smpe d t4 yg dh d booking. Kbetulan t4nya dket ma kali. Walaupun kemarau tp msh ada airnya biar cm dikit. Di sbelah atas ada kebun jagung. Subhanallah…… terasa banget suasana “ndesonya”, hehe…

Setelah puas maen d pinggir kali qt d suruh kumpul d t4 yg dh d booking td. Sambil nunggu adzan mahrib qt bincang2 ttg rencana Halal bi Halal antara anak2 angkatan 2006 biar 2007 ( akur tnaannn,hehe… ). Ternyata cah Klaten tu narsis abizz. Masak Cuma mo ngomong ja minta d rekam pake handycam. Yo wez ben lah bwt kenang2an katanya,.

Belum lama qt duduk, pesanan makanan datang. Menu buka puasa qt: es jeyuk, Nasi + kakap bakar, semangka ( I like it very much, :D ) dan ga’ ketinggalan lalapan. Tp ada yg unik bin aneh ma lalapannya. Coz Q baru pertama kali nemuin ada lalapan ko’ ada kacang panjangnya, mentah lagi. Daun kemangi yg multi fungsi (isa di makan ma bwt cuci tangan biar ga’ amis) malah ga’ ada. Q b’fikir mungkit tiap t4 mkan pny keunikan tersendiri dan ni mungkin yg jd ciri khas Lumintu. No problem ko’!!!

Saat yg d tunggu2 tlah tiba. Adzan mahrib berkumandang. Es jeyuk dh d dpan mata. Tanpa pikir panjang biz baca do’a lgsung Q minum. Alhamdulillah seger eeyyy….

Nikmatnya klo makan bareng2. Ga’ ketinggalan handycam yg d pegang Yogi always ready merekam aksi yg lg pd makan.

Selesai makan Q ambil mukena yg td dh tk siapin dr rumah, qt sholat mahrib brjama’ah. Akhi Wawan sbg imamnya.

Selesai sholat qt nglanjutin bingcang2 td d tmbah info dr Fais ttg kerjasama ma Telkom (lupa namanya apa, hehe…). Ga’ terasa hari dh larut malam. Bincang2 pun d akhiri di tutup dg do’a. Bersiap tuk pulang. Tp Q Ga’ lgsung pulang coz msti nganter Yay dulu ambil motor d ICT.

Klo td pas berangkat naek motornya pd ngebut2 (sampe2 ad yg mo nabrak kambing d jalan, hikz!!), perjalanan pulang terasa sangat mengasyikkan. Sepanjang jalan sambil gojekan. Klo ad polisi pasti dh d tilang semua coz naek motornya pd jejer2 ngebaki dalan. Tp mana ad ya polisi malam hari. Yg ad malah polisi tidur alias anggelan, hehe…

Dinginnya udara malam seakan menusuk sampe ke tulang, membawaku semakin jauh meninggalkan JANTI. JANTI yg tlah menorehkan kenangan tersendiri di hati.

Akankah moment2 itu bisa terulang lagi ??????????????????

SEMOGA   ^_^

Anugerah Terindah Milik Kita

September 10th, 2008 by ichdaezuka

Ringkih dan renta karena ditelan usia, namun tampak tegar dan bahagia. Ikhlas, memancarkan selaksa cinta penuh makna yang membias dari guratan keriput di wajah. Tiada yang berubah sejak saat dalam buaian, hingga kelak mahkota putih tampak anggun menghiasinya. Dekapannya pun tak berubah, luruh memberikan kenyamanan dan kehangatan.

Jemari itu memang tak lagi lentik, namun selalu fasih menyulam kata pinta, membaluri sekujur tubuh dengan do’a-do’a. Kaki tampak payah, tak mampu menopang tubuhnya. Telapak tempat surga itu pun penuh bekas darah bernanah, simbol perjuangan menapak sulitnya kehidupan.

Ibunda…
Adakah saat ini kita terenyuh mengenangkannya? Ia adalah sebuah anugerah terindah yang dimiliki setiap manusia. Sejak dalam rahim, betapa cinta itu tak putus-putusnya mengalirkan kasih yang tak bertepi. Hingga kerelaan, keikhlasan dan kesabaran selama 9 bulan pun bagai menuai pahala seorang prajurit yang sedang berpuasa, namun tetap berperang di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Polesannya adalah warna dasar pada diri kita. Menggores sebuah kanvas putih nan suci, hingga tercipta lukisan Yahudi, Musyrik atau Nasrani. Namun, goresan yang diselimuti untaian ayat suci Al Qur’an, zikir, tasbih serta tahmid, tentu akan melahirkan syakhsiyah Islamiyah (kepribadian Islam) pada jiwa. Ibunda pun berharap tercipta jundullah (tentara Allah) dari sebuah madrasah keluarga. Selaksa cinta ibunda yang dibaluri tsaqofah Islamiyah (wawasan keislaman) telah menyemai banyak pahlawan Islam.

Banyak… sungguh teramat banyak cinta ibunda yang melahirkan kisah-kisah teladan. Yatim seorang anak pun tidaklah menghalangi ibunda untuk merangkai sejarah dengan tinta emas. Kita mungkin dilahirkan dari rahim seorang perempuan biasa. Bahkan kita pun tidak dilahirkan untuk menjadi seorang pahlawan. Namun, ibunda kita dan mereka adalah sama, sebuah anugerah terindah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Saat dewasa, tapak kaki telah kuat menjejak tanah dan tangan pun terkepal ke angkasa, masihkah selalu ingat ibunda? Cita-cita telah tergenggam di tangan, popularitas, kemewahan hingga dunia pun telah takluk menyerah kalah, tunduk karena ketekunan, jerih payah serta kerja keras tiada hentinya. Haruskah sombong dan angkuh hingga kata-kata menyakitkan begitu gampang terlontar?

Duhai jiwa, sekiranya engkau sadar bahwa tanpa do’a ibunda, niscaya semua masih angan-angan belaka.
Astaghfirullah… ampuni diri ini ya Allah.

Duhai ibunda…
Maafkan jika mata ini pernah sinis memandang, dan lidah yang pernah terucap kata makian hingga membuat luka hatimu. Maafkanlah pula kalau kesibukan menghalangi untaian do’a terhatur untukmu. Ampuni diri ananda yang tak pernah bisa membahagiakanmu, ibunda.

Sungguh, jiwa dan jasad ini ingin terbang ke angkasa lalu luruh di pangkuan, mendekap tubuh sepuh, serta menangis di pangkuanmu. Hingga terhapuskan kerinduan dalam riak anak-anak sungai di ujung mata. Rengkuhlah ananda dengan belai kasih sayangmu bagai masa kecil dulu. Mengenangkan indahnya setiap detik dalam rahimmu dan hangatnya dekapanmu. Buailah dengan do’a-do’a hingga ananda pun lelap tertidur di sampingmu.

Duhai ibunda…
Keindahan dunia tak akan tergantikan dengan keindahan dirimu.
Sorak-sorai pesona dunia pun tak dapat menggantikan gemuruh haru detak jantung saat engkau memelukku.
Indah… semua begitu indah dalam alunan cintamu, menelisik lembut, membasahi lorong hati dan jiwa yang rindu kasih sayangmu.

Duhai ibunda…
Bukakanlah pintu ridhomu, hingga Allah pun meridhoiku.
Amiiiin…

Mengapa???

February 15th, 2008 by ichdaezuka

KENAPA AKU DIUJI?
Surah Al-Ankabut ayat 2-3

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?
Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN?
Surah Al-Baqarah ayat 216

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula)
kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui , sedang kamu tidak mengetahui.

KENAPA UJIAN SEBERAT INI?
Surah Al-Baqarah ayat 286

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

RASA FRUSTASI?
Surah Al-Imran ayat 139

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?
Surah Al-Imran ayat 200

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di
perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.

Surah Al-Baqarah ayat 45
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,

APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?
Surah At-Taubah ayat 111

Sesungguhnya All ah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
Surah At-Taubah ayat 129

Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal

AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!!!!!
Surah Yusuf ayat 87

dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.

Surah An-Nisaa’ ayat 86
Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.